Minggu, 08 November 2026 | Maluku

Tanggapi Soal Penyadapan, SBY Minta Politik Berkeadaban Ditegakkan

Tanggapi Soal Penyadapan, SBY Minta Politik Berkeadaban Ditegakkan
Mantan Presiden SBY menulis status di media sosialnya di akun X terkait kasus penyadapan yang menjerat sejumlah jenderal di Mabes Polri.

KONTROLMALUKU.COM — Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan keprihatinan mendalam terkait kondisi perpolitikan nasional saat ini yang dinilainya kian liar dan menghalalkan segala cara. Sikap tersebut disampaikan SBY melalui unggahan di akun resmi media sosial X miliknya pada Rabu (4/11/2026).

Pernyataan tersebut diduga kuat muncul sebagai respons atas isu penyadapan yang belakangan menyita perhatian publik.
Dalam unggahannya, SBY mempertanyakan arah perjalanan bangsa dan moralitas para pelaku politik yang dinilainya mengabaikan etika demi meraih kekuasaan semata.

“Kok jadi begini negara kita. Kok begini liar politik kita. Sepertinya untuk mendapatkan kekuasaan (political power) cara apapun dibenarkan. Tidak peduli baik atau buruk. Bermoral atau tidak bermoral,” tulis SBY.

Tokoh pendiri Partai Demokrat tersebut menuturkan kekhawatirannya atas dampak dinamika politik yang semakin tidak terkontrol terhadap masyarakat luas. Menurutnya, praktik politik tanpa etika berpotensi memicu rasa takut di tengah warga negara.

“Saya khawatir kalau akhirnya rakyat merasa takut dan tidak tenteram hidup di negaranya sendiri,” ungkapnya.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan bangsa, SBY secara terbuka menyampaikan permohonan kepada Presiden Prabowo Subianto agar mengambil langkah nyata dalam mengembalikan iklim politik yang santun dan bermartabat.

“Sebagai warga bangsa yang sangat mencintai negeri ini, seperti juga warga negara Indonesia yang lain, saya bermohon kepada Presiden Prabowo untuk menghidupkan kembali politik yang berkeadaban. Ini panggilan sejarah. Ini amanah rakyat,” tegas SBY.

Mengakhiri pernyataannya, SBY menyampaikan doa agar Presiden Prabowo diberikan kekuatan dan petunjuk dalam menjalankan tugas kepemimpinannya demi menjaga keharmonisan dan keadaban politik di Tanah Air. (*)

0 Komentar

Sampaikan tanggapan Anda terhadap berita ini.

Tulis Komentar