Jasmono Pimpin POBSI Maluku 2026-2030, Siap Arahkan Biliar Jadi Olahraga Prestasi

KONTROLMALUKU.COM –
Musyawarah Provinsi (Musprov) Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Provinsi Maluku menetapkan Jasmono sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) POBSI Maluku masa bakti 2026-2030.
Penetapan ini berlangsung dalam forum tertinggi organisasi yang bertempat di Ruang Rapat Lantai 6 Kantor Gubernur Maluku, Sabtu (7/11/2026).
Pelaksanaan Musprov ini dihadiri oleh para pemilik suara sah dari Pengurus Kabupaten (Pengkab) dan Pengurus Kota (Pengkot) POBSI se-Provinsi Maluku.
Jajaran perwakilan yang hadir tercatat berasal dari Pengkab POBSI Buru Selatan, Kepulauan Tanimbar, Buru, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Maluku Tengah, serta Pengkot POBSI Ambon.
Forum Musprov ini semakin inklusif dengan hadirnya sejumlah peninjau dari kalangan pengelola rumah biliar dan klub-klub biliar di Kota Ambon.
Kehadiran para peninjau tersebut menjadi manifestasi dari kuatnya dukungan elemen biliar daerah terhadap kelancaran Musprov, sekaligus bagian dari agenda strategis konsolidasi organisasi di tingkat regional.
Sebagai induk organisasi biliar nasional, POBSI lahir dari respons terhadap pergeseran persepsi publik di Indonesia. Kehadiran POBSI bertujuan agar biliar tidak lagi dipandang sekadar sebagai permainan hiburan atau sarana rekreasi semata, melainkan diakui secara resmi sebagai cabang olahraga prestasi yang terstruktur serta bermartabat.
Pada awalnya, biliar identik dengan tempat hiburan malam, praktik perjudian, dan citra lingkungan yang negatif di tengah masyarakat. Kendati demikian, komitmen dan langkah strategis POBSI secara berkesinambungan berhasil mengubah stigma negatif tersebut menjadi dorongan positif bagi pengembangan atlet.
Pendekatan ini berfokus pada transformasi citra dari olahraga hiburan malam menuju cabang olahraga prestasi yang diakui oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Melalui langkah pembinaan terukur, regulasi ketat, standardisasi klub, dan penyelenggaraan turnamen berjenjang, POBSI berhasil melahirkan atlet-atlet profesional yang membawa nama Indonesia ke tingkat internasional seperti ajang SEA Games dan kejuaraan dunia.
Saat ini, biliar bahkan telah berkembang menjadi tren gaya hidup positif yang mengandalkan konsentrasi tinggi bagi generasi muda.
Langkah kelembagaan ini diperkuat sejak POBSI secara resmi diterima sebagai anggota KONI pada tahun 1967. Keanggotaan tersebut secara mendasar mengukuhkan status biliar dari permainan ketangkasan tempat hiburan menjadi cabang olahraga resmi yang rutin dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) serta ajang kejuaraan nasional lainnya.
Seusai ditetapkan sebagai ketua umum terpilih, Jasmono, kepada KONTROLMALUKU.COM menegaskan komitmennya untuk membawa POBSI Maluku ke arah pembinaan yang lebih terarah dan profesional.
“Amanah ini merupakan tanggung jawab bersama untuk memastikan olahraga biliar di Maluku makin berprestasi dan terus memperkuat citra positif di tengah masyarakat. Kami akan fokus pada pembinaan atlet-atlet daerah agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Jasmono. (*)
0 Komentar
Sampaikan tanggapan Anda terhadap berita ini.
Tulis Komentar